Gerakan Mahasiswa
Kunjungan KAMMI DIY ke BERNAS Jogja
Mahasiswa Tiarap, Kehabisan Isu
JOGJA- Mulai berkurangnya kiprah gerakan-gerakan mahasiswa pada era pemerintahan SBY, ditenggarai Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) DIY sebagai masa tiarap. Hal itu juga tak lepas dari kepiawaian pemerintahan SBY dalam men-treatmen gerakan mahasiswa.
"Pemerintahan sekarang mempersilakan saja aksi-aksi mahasiswa, meski sekedar didengar. Mereka juga pintar dekat dengan gerakan mahasiswa. Bahkan tak sedikit tokoh-tokoh mahasiswa yang masuk dalam jajaran pemerintahan ataupun terjebak dalam politik praktis, "kata Humas KAMMI DIY, Edo Segara, saat audiensi ke Kantor Redaksi Harian Bernas Jogja, Selasa (29/8).
Di dampingi Widiantoro dan Junaidi Sumawan, mereka diterima Sekretaris Korporat Teddy Kartyadi dan Redaktur Pelaksana, Herlambang Jati L. "Sikap tiarap ini juga karena gerakan mahasiswa kehabisan isu. KAMMI sendiri bingung memposisikan diri dan menentukan sikap. Sekarang sedang kita bahas, mau ngapain?" kata Edo.
Saat berupaya untuk mengkritisi isu-isu lokal, Edo mengaku mahasiswa pun seringkali terkendala oleh kuliah, ataupun kerja. "Tapi dua tahun ke depan, akan kami usahakan penguatan partisipasi politik lokal KAMMI," tandasnya. Sementara itu KAMMI DIY juga akan melakukan Musyawarah Daerah (Musda) untuk pergantian kepengurusan baru. Rencananya akan digelar November 2006 usai Muktamar pada September 2006. (ito)
Sumber: BERNAS Jogja, Rabu 30 Agustus 2006
